Senin, 09 November 2009

Linus Torvalds ( Father Of Linux )

Linus Torvalds lahir di Helsinki, Finlandia, pada tanggal 28 Desember 1969. ketika usianya baru 10 tahun dia sudah mulai berkecimpung dalam urusan pembuatan pemrograman computer melalui komputer Commoore VIC-20 milik kakeknya. Pada tahun 1988, Linus kuliah di University of Helsinky, Finlandia. Disana dia mulai mengenal pemrograman C. Untuk lebih memperdalam ilmunya, Linus kemudian membelil sebuah komputer yang kala itu masih menggunakan MS-DOS buatan Microsoft sebagai sistem operasinya. Tapi, kala itu Linus justru lebih tertarik pada komputer milik Universitasnya yang menggunakan sistem operasi UNIX. Ia pun coba mengembangkan sistem operasi yang memadai untuk PC UNIX. Beberapa bulan kemudian Linus berhasil membuat versi kasarnya yang diberi nama Linux. Nama Linux mungkin saja merupakan akronimdari Linus dan UNIX.

Untuk memperkenalkan sistem operasi barunya tersebut, Linus mem-posting pesan melalui internet kepada para pengguna PC di seluruh dunia. Bahkan Linus membuat software-nya untuk dapat di download secara gratis. Dan sebagaimana biasa dilakukan oleh sesama pengembang software saat itu, dia merilis source code-nya, yang berarti bahwa semua orang yang memiliki pengetahuan tentang pemrograman komputer dapat memodifikasi Linux untuk disesuaikan dengan tujuan mereka masing-masing.

Mengoperasikan Linux memang membutuhkan kecerdasan teknik yang cukup, sebab pengoperasiannya tidak semudah menggunakan sistem operasi yang lebih populer, seperti Windows, Mac milik Apple komputer, atau OS/2 milik IBM. Namun, karena para volunteer developer memuji sendiri akan kualitasnya, Linux menjadi cukup dikenal dengan keunggulan sebagi sistem yang efisien dan jarang sekali terjadi crash atau seperti kebanyakan orang menyebutnya dengan hang (sistem tiba-tiba berhenti).

Pada akhir tahun 1990, Linux mulai mendapatkan sambutan yang cukup besar dari pengguna PC. Bahkan para pesaing Microsoft sangat tertarik dan mulai ikut mengembangkan Linux. Perusahaan sperti Nestcafe Communication, Corel, Oracle, Intel, dan perusahaan-perusahaan lain mengumumkan bahwa mereka berencana untuk mendukung Linux sebagai alternatif sistem operasi yang murah sekaligus andal.

Linux di negara-negara berkembang mengalami kemajuan yang sangat pesat. Harga perangkat lunak bisa mencapai 100 dollar AS atau lebih. Di negara yang rata-rata penghasilan per tahunnya antara 200-300 dollar AS, uang 100 dollar AS sangatlah besar. Dengan adanya Linux, semua berubah. Karena Linux dapat digunakan pada komputer yang tergolong lama, dia menjadi alternatif paling cocok bagi komputer beranggaran kecil. Di negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin, Linux adalah jalan keluar bagi penggemar komputer.

Karena keterbukaan pada sistem source codenya, banyak kelompok pengembang yang ikut memperbaiki segala fiturnya, sekaligus memindahkan berbagai aplikasi agar berjalan di Linux. Salah satu hasilnya yaitu adanya perubahan dari sistem operasi Linux yang tadinya cenderung kurang asing menjadi user friendly. Semua itu dimungkinkan berkat adanya KDE dan GNOME. Berkat kedua sistem operasi ini, tampilan desktop Linux lebih menarik dan mampu mengubah persepsi dunia tentang Linux.

Pemanfaatan sistem operasi Linux juga kini sudah diterapkan pada superkomputer dunia seperti The Tetragrid, sebuah Mega Komputer dari Amerika yang dapat menghitung lebih dari 13 triliun kalkulasi per detik (13.6 TeraFLOPS – Floating Operations Per Second). Tetragrid dapat dimanfaatkan untuk mencari solusi dari masalah matematika kompleks dan simulasi, dari astronomi dan riset kanker hingga ramalan cuaca.

Yang lainnya, yaitu Evolocity. Juga dari Amerika, sebuah komputer yang dapat berjalan dengan kecepatan maksimum 9.2 TeraFLOPS, menjadikannya sebagai salah satu dari lima superkomputer tercepat di dunia. Bahkan dalam waktu yang sama, Linus mengambil posisi di Transmeta corp., yang dimiliki salah satu pendirinya, Paul Allen. Di situ, Linus bekerja dalam sebuah projek yang sangat rahasia, yang diasumsikan oleh banyak komunitas high-tech akan berkembang menjadi sebuah kekuatan yang bisa menjadi sumber serangan di masa depan bagi kerajaan Microsoft.

Ketika mulai diperkenalkan, sistem operasi Linux tidak mempunyai logo. Para pengembang pun bertanya-tanya dan mengusulkan agar Linux diberi logo sebagai identitasnya. Kemudian terpilihlah Penguin Tux (Torvalds Unix) sebagai logonya. Logo itu dirancang oleh seniman Larry Ewing. Terpilihnya logo penguin berdasarkan pengalaman Linus pada waktu berlibur, ia pergi ke daerah selatan. Disana dia bertemu seekor penguin pendek yang menggigit jarinya. Kejadian lucu ini merupakan awal terpilihnya penguin sebagai logo sistem operasi ciptaannya. Hingga sekarang, logo Linux sudah terkenal ke berbagai penjuru dunia. Orang lebih mudah mengenal segala produk yang berbau Linux hanya dengan melihat logo yang unik nan lucu ini. Oleh karena itu Linus Torvalds sering di sebut sebagai Father of Linux atau Bapak-nya Linux (Penguin).
Sumber : www.kolom-biografi.blogspot.com

Selengkapnya...

Selasa, 03 November 2009

Perkembangan Program Pengolah Kata

Aplikasi perangkat lunak perkantoran yang tersedia dan paling populer di pasaran sekarang adalah aplikasi office buatan Microsoft yang terpasang di jutaan komputer di dunia. Microsoft Office merupakan sekumpulan aplikasi perkantoran yang terdiri dari pengolah data (word processor), pengolah angka (spreadsheet), dan presentasi.

Microsoft Office bukan satu-satunya aplikasi digital perkantoran yang tersedia di pasanan. Sebelum Ms Office, terdapat program pengolah kata lainnya yang pernah berkembang seperti WordPerfect, Chi-Writer, dan WordStar, Meskipun program tersebut sekarang sudah hilang. Setelah Microsoft memperkenalkan aplikasi Office yang bekerja di bawah Windows, pernah berkembang juga sistem pengolah kata dari Linux yang termasuk sistem open soure. Namun kualitas sistem tersebut masih kalah di banding Ms Office, sehingga Ms Office tetap mampu bertahan. Pada bulan Agustus 1999, Sun Microsystem menghadirkan aplikasi perkantoran yang di sebut StarOffice yang bisa di gunakan (dengan men-download) oleh siapa saja dan tidak perlu membayar. Namun, status "gratis" StarOffice pun akhirnya punah karena kualitasnya masih kalah dibandingkan Ms.Office. Padahal awalnya kita mengira kalau StarOffice adalah jawaban kelompok opensource dengan sistem operasi Linux yang sangat anti-Microsoft.

Upaya untuk mendobrak dominasi Ms Office dengan segala fitur yang hampir mirip muncul dalam aplikasi berbasis open source yang baru yaitu OpenOffice. OpenOffice berbeda sama sekali dengan StarOffice walaupun di kembangkan berdasarkan kode program yang ada pada StarOffice terdahulu. Perbaikan yang disediakan OpenOffice antara lain kemampuannya untuk membaca semua documen standar Ms Office tanpa tambahan aplikasi yang di kembangkan pihak ketiga. Mereka yang sebelumnya terbiasa dengan Ms Office akan merasa nyaman dengan OpenOffice karena semua perintah dalam aplikasi pengolah kata maupun angka, aplikasi presentasi dan lainnya semuanya sama. Kesamaan ini jelas akan memudahkan bagi mereka yang ingin migrasi dari Ms Office ke OpenOffice. Selain itu, OpenOffice tidak hanya dapat digunakan pada sistem operasi Linux, tetapi juga bisa digunakan di atas platform sistem operasi Windows. Namun, masih ada beberapa persoalan antara kedua program tersebut, seperti dokumen Ms Office yang memiliki password tidak bisa dibuka di OpenOffice. Oleh karena itu, Microsoft Office masih mendominasi pasar hingga saat ini.

Adakah pesaing dari Microsoft Office selanjutnya?

To Be Continued...

Selengkapnya...

Selasa, 27 Oktober 2009

Bill Atkinson

Bagi Anda para penggemar Apple, tentu akan sangat sayang sekali jika tidak mengenal tokoh yang satu ini. Beliau adalah Bill Atkinson, programer jenius di balik QuickDraw, MacPaint dan HyperCard. Bill Atkinson juga termasuk anggota tim Machintos di Apple Computer. Sebagai salah seorang arsitek software di Machintos, Bill juga pionir dalam teknik percetakan digital dah ahli dalam color management. Bill telah mengembangkan profil ICC untuk Calypso Imaging Inc.

Bill adalah seorang lulusan dari University of California, San Diego. Impiannya adalah ingin menjadikan komputer sebagai mesin yang memiliki kemampuan tanpa batas. Pertama-tama dia memberi kekuatan kepada kita agar mampu membuat karya grafis yang canggih. Sekarang ini, beliau memberikam kekuatan kepada kita untuk mengembangkan softaware tanpa perlu tahu satu baris kode pun.

HyperCard merupakan proyek Bill yang paling prestisius. Terobosan lain dari HyperCard ini adalah berkembangnya teknologi fast searching. Dalam penelitiannya, secara teoritis Bill memperkirakan bahwa kecepatan searching akan meningkat 100 kali lebih cepat. Namun dalam percobaan secara langsung, ternyata hasilnya 700 kali lipat. Perkiraan Bill bahwa 100 tahun ke depan, nilai dari sebuah PC bukan terletak pada spreetsheet, pengolah kata atau desktop publishing, akan tetapi pada web.

Selengkapnya...